Archive for April, 2008
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
<!–
//
// –>
Cara Kerja DHCP
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
- DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
- DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
- DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
- DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
- DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
- DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
| Nomor DHCP Option | Nama DHCP Option | Apa yang dikonfigurasikannya |
|---|---|---|
| 003 | Router | Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router. |
| 006 | DNS Servers | Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server |
| 015 | DNS Domain Name | Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi “induk” dari DNS Server yang bersangkutan. |
| 044 | NetBIOS over TCP/IP Name Server | Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server |
| 046 | NetBIOS over TCP/IP Node Type | Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS. |
| 047 | NetBIOS over TCP/IP Scope | Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama. |
Add comment April 25, 2008
Install Squid, porn filter pada Linux RedHat 9
Untuk membuat proxy server penulis menggunakan RedHat 9 sebagai sistem operasinya. Sebelumnya pastikan paket squid sudah terinstall. Cek dengan perintah berikut :
# rpm -qa |grep squid
squid-2.5.STABLE
Jika belum terinstall, silahkan install terlebih dahulu dengan menggunakan cd RedHatnya sendiri atau download dari sini. Kemudian copy file squid.conf sebelum melakukan konfigurasi.
# cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.save
# vi /etc/squid/squid.conf
Cari baris berikut dan rubah sesuai kebutuhan dan kapasitas komputer anda. Konfigurasi yang digunakan penulis sebagai berikut :
# Port yang akan dipakai sebagai listen squid
http_port 328
# Parameter yang berfungsi agar halaman web dinamik tidak masuk ke dalam cache
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
# Parameter cache_mem pemakaian RAM yang digunakan squid
# Besarannya biasa sepertiga dari RAM komputer
cache_mem 32 MB
maximum_object_size 256 KB
minimum_object_size 4 KB
# Jika ingin memblok situs-situs tertentu atau porno (sex,adult,porn.nude)
# Buat terlebih dahulu file /etc/squid/porno.txt yang berisi url yang akan di blok
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl mynetwork 192.168.0.0/255.255.255.0 # Sesuaikan dengan ip jaringan lokal anda
acl bloking url_regex -i “/etc/squid/porno.txt”
http_access deny all
http_access deny bloking
http_access allow mynetwork
# Setting user dan group Squid
cache_effective_user squid squid
# Setting log-log direktorinya
cache_access_log /var/log/squid/access.log
cache_log /var/log/squid/cache.log
# Setting direktori cache
cache_dir ufs /usr/local/squid/cache 100 16 256
Kemudian simpan konfigurasi tersebut dan lakukan perintah berikut untuk membuat cache direktori (sedikit agak lama) dan jalankan servicenya.
# squid -z
# /etc/init.d/squid start
Semoga bermanfaat… :-$
Add comment April 25, 2008
Membuat Proxy Server dengan Linux SLACKWARE
Proxy Server
Squid Proxy Server
Jika Anda sebagai administrator Lab. Komputer (dengan jumlah komputer 40), dan dilengkapi
dengan modem ADSL kecepatan 384kbbs/64kbbs , maka tanpa web-cache,, jumlah bandwith
yang diperlukan untuk berinternet ria adalah 40 x trafik data masing2 komputer.
Jika masing2 browser tiap komputer membuka www.yahoo.com, maka trafik data adalah 40 x 31
KByte.
Squid merupakan proxy server populer di dunia. Banyak fungsi yang diemban oleh proxy server.
Salah satunya adalah sebagai web-cache.
Sebelum memulai, siapa yang akan menjalankan squid ? Tambahkan user dan group baru
bernama squid.
roor@komputer7:~# groupadd squid
Tambahkan user squid:
roor@komputer7:~# adduser squid
Ada 2 model penggunaan paket squid. Kompile dan install dari source. Atau kompile lewat
SlackBuild.
Abdul Rais Husain | ICT Center Majene2
Pertama2 buat direktory cache :
Buat direktory cache squid. (jika install dari paket SlackBUild)
roor@komputer7:~# mkdir /var/log/squid/cache
roor@komputer7:~# chown -hR squid:squid /var/log/squid/cache
Buat direktory cache squid (Jika Instal dari source )
roor@komputer7:~# mkdir /usr/local/squid/var/cache
roor@komputer7:~# chown -hR squid:squid /usr/local/squid/var/cache
From the Source :
…. Ambil squid versi terbaru :
http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE14.tar.gz
Kopikan file tersebut di /usr/share/squid dan unpack source code tersebut.
roor@komputer7:~# tar -xvzf squid-2.6.STABLE14.tar.gz
masuk kedirektory squid dan lakukan konfigurasi
roor@komputer7:~#./configure
Lakukan Make
roor@komputer7:~# make
Install program hasil kompilasi.
roor@komputer7:~# make install
Edit awal konfig squid di /usr/local/squid/etc/squid.conf
cache_mem 256 MB
cache_dir ufs /usr/local/squid/var/cache 1000 16 256
acl our_networks src 192.168.1.0/24 192.168.2.0/24
http_access allow our_networks
Sebagai root lakukan instruksi :
roor@komputer7:~# /usr/local/squid/sbin/squid -Z
Perintah diatas untuk membuat swap cache yang akan digunakan squid.
Sekarang Saatnya mencoba :
roor@komputer7:~# /usr/local/squid/sbin/squid -D
From SlackBuild :
….Jika Anda ingin mengkompile squid lewat script SlackBUild.
Ambil script Slackbuild squid versi terbaru :
http://slackbuilds.org/slackbuilds/12.0/network/squid.tar.gz
Unpack file squid.tar.gz pada direktory tertentu. (misal /usr/src/squid)
Abdul Rais Husain | ICT Center Majene3
Ambil source squid
http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE14.tar.gz
Kopikan file source squid kedalam direktory slackbuild squid (yang baru Anda unpack).
Kemudian jalankan script squid.SlackBuild.
roor@komputer7:~# ./squid.SlackBuild
Setelah proses kompilasi dan pembentukan paket squid selesai, install squid. (Hasil slacbuild
diletakkan di /tmp)
masuk kedirektory /tmp dan lakukan instruksi :
roor@komputer7:~# installpkg squid-*.tgz
Oke ! Paket squid sudah terinstall
Edit awal konfig squid di /etc/squid/squid.conf
cache_mem 256 MB
cache_dir ufs /var/log/squid/cache 1000 16 256
acl our_networks src 192.168.1.0/24 192.168.2.0/24
http_access allow our_networks
Sebagai root lakukan instruksi :
roor@komputer7:~# squid -z
Perintah diatas untuk membuat swap cache yang akan digunakan squid.
Sekarang Saatnya mencoba :
roor@komputer7:~# squid -D
Untuk selanjutnya untuk start squid, Anda dapat menggunakan rc.squid.
Ubah ke 755 permission rc.squid
roor@komputer7:~# chmod 755 /etc/rc.d/rc.squid
Pada waktu booting pertamakali, squid akan diaktifkan.
Blok Situs dan Keyword dengan ACL
Untuk membatasi akses terhadap suatu situs tertentu kadang diperlukan. Semisal di sekolah anda
ingin mem-blok beberapa situs porno dan keyword pencarian.
Pada tulisan ini dibahas mengenai blok terhadap beberapa alamat situs tertentu ataupun blok
pencarian di google dengan menggunakan keyword tertentu.
Disini akan dibahas blok suatu situs dengan menggunakan ACL dari squid.
Berikut ini adalah beberapa langkah-nya :
1. Buat sebuah file daftar alamat situs.
Buat sebuah file yang berisi mengenai alamat dari situs – situs dan keyword yang mau
anda blok. Perhatikan letak dari file tersebut ! (karena anda harus mendefinisikan path
dari file tersebut di squid.conf)
Abdul Rais Husain | ICT Center Majene4
Contoh isi file :
http://xxx.com
http://www.porno.com
sex
seks
sek
2. Tambahkan rule ACL di squid.conf
Misalkan nama file yang baru anda buat tadi “situsterlarang.txt”.
Edit squid.conf anda dan tambahkan beberapa rule di bawah ini :
acl NamaACL url_regex -i “path_dari_file_anda”
contoh :
acl porno url_regex -i “/etc/squid/situsterlarang.txt”
http_access deny NamaACL
contoh :
http_access deny porno
Perhatikan untuk letak dari http_access deny porno. Letakkan baris ini sebelum
http_access deny all
3. Restart squid anda, lalu coba lakukan test dari client
Transparent Proxy
Mengapa Transparent Proxy ?
Mengisikan setting proxy untuk jumlah client yang sedikit mungkin bukan masalah besar, tapi
jika jumlah client yang banyak juga beragamnya browser ada baiknya membuat transparent
proxy, yang memaksa setiap browser client untuk menggunakan proxy.
Tanpa Transparant proxy, besar kemungkinan client dapat mem-bypas proxy (dengan segala
aturannya)untuk melakukan koneksi langsung.
Tambahkan configurasi berikut di squid.conf
Squid versi 2.6
http_port 3128 transparent
Squid versi 2.5
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on
Konfigurasi tersebut berfungsi jika pada proses kompilasi opsi untuk transparant proxy
diaktifkan, silahkan melihat manual kompilasi squid untuk mengaktifkan fungsi tersebut.
Selanjutnya adalah memaksa akses ke port 80 (http) melalui proxy.
Di command line ketikkan :
iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -d 0/0 -p tcp –dport 80 -j
REDIRECT –to 3128
Abdul Rais Husain | ICT Center Majene5
Dengan asumsi bahwa router (gateway) dan proxy server berapa pada mesin linux yang sama,
silahkan menyesuaikan jika sekiranya mesin proxy berbeda dengan router/gateway. Dengan
demikian setiap kali ada akses ke port 80 (http) akan di alihkan ke 3128 (proxy).
SquidNote
1. Kompleksitas.
Ini adalah ‘musuh utama’ . Berhadapan dengan ratusan baris squid.conf. Apa yang Anda
inginkan dari squid ?
Saya mencatat, cukup 4 baris modifikasi dari squid.conf sudah membuat squid Anda
berjalan normal.
o cache_mem 256 MB
Ganti besar memory 1/3 dari kapasitas memory Anda. Memang tidak ada
patokan pasti. Jika Anda punya memory 512MB, dan dikhususkan buat
squid, berjalan di run level 3, mungkin Anda bisa mengganti dengan
400MB Hehehe
o cache_dir ufs /var/log/squid/cache 1000 16 256
Berapa besar kapasitas Hardisk Anda ? Angka 1000 menandakan 1000MB
untuk cache squid di hardisk. Ingin lebih ? Silahkan !
o acl our_networks src 192.168.1.0/24 192.168.2.0/24
Baris di atas menunjukkan bahwa komputer dengan alamat 192.168.1.0
sampai 192.168.1.255 dan komputer dengan address 192.168.2.0 sampai
192.168.2.255 merupakan our_networks.
o http_access allow our_networks
Baris diatas memgatakan, squid hanya mengijinkan cache http pada alamat
yang disebutkan our_networks
2. Identitas.
•?cache_mgr emailku@blablabla.com
Mungkin Anda ingin mengganti Identitas cache_mgr dengan e-mail Anda ?
3. Jalankan squid !.
•?#squid -D
Ini adalah cara ‘kasar’ untuk menjalankan squid.
Ingat, setiap mengganti
squid.conf restart squid Anda. #squid restart agar konfig baru di terima. Ini juga
cara ‘kasar’ Hehehe
4. Set Browser client Anda !.
Set browser client Anda untuk mengarah ke proxy server. Pada Firefox, Klik Edit–
>Preferences–>Advanced–>Networks–>Settings–>Manual proxy Configuration
Isi dengan IP Proxy server Anda. Isikan juga port proxy (default 3128)
Abdul Rais Husain | ICT Center Majene6
Buat admin yang malas
Mengisikan setting proxy untuk jumlah client yang sedikit mungkin bukan masalah besar,
tapi jika jumlah client yang banyak juga beragamnya browser ada baiknya membuat
transparent proxy, yang memaksa setiap browser client untuk menggunakan proxy.
5. Jika Ingin start saat boot !
Letakkan script ini di /etc/rc.d/rc.local
if [ -x /etc/rc.d/rc.squid ]; then
/etc/rc.d/rc.squid start
fi
4 comments April 25, 2008
Beda NTFS dengan FAT?
NTFS merupakan singkatan dari NT File System dan FAT memiliki kepanjangan File Allocation Table. Keduanya merupakan sistem file yang sangat populer karena digunakan pada sistem operasi Windows. NTFS merupakan pilihan utama bagi mereka yang menggunakan sistem operasi Windows XP karena memiliki keunggulan dari segi keamanan bila dibandingkan dengan sistem file yang lain.
Sistem file sendiri mempunyai makna sebagai sebuah metode untuk menyimpan atau mengorganisir file komputer beserta data yang ada di dalamnya sehingga akan mempermudah untuk mencari dan mengaksesnya.
Berikut akan saya tampilkan penjelasan dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :
FAT16
Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.
FAT32
Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibelitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.
NTFS
Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetap sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.
Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.
Kapan kita memilih untuk menggunakan FAT atau FAT32?
Jika kita menjalankan lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, kita membutuhkan partisi dengan sistem file FAT. Hal ini agar data yang kita tempatkan pada partisi FAT tersebut bisa diakses oleh kedua sistem operasi. Tetapi harap diingat karena keterbatasan fitur keamanan dari sistem file ini, maka disarankan untuk tidak menaruh data yang sangat penting diatas partisi dengan sistem file FAT.
2 comments April 25, 2008
Tips melakukan searching dengan Google
mencari file yang berekstensi tertentu mis : .doc, .pdf, .mdb, dll.
namafileygmodicari filetype:doc
“namafileygmodicari” filetype:doc –> klw anda kasih kutip dua pada file yang mo anda cari maka google akan memfokuskan pencarian ke judul tersebut.
Download MP3
KetiKan kode berikut ke dalam kotak pencarian.
?intitle:index.of? mp3 [artist] [title]
Ubah [artist] dengan nama artis/band/penyanyi yg Anda cari
Ubah [title] dengan judul lagu yg Anda cari.
Contoh:
?intitle:index.of? mp3 coldplay
?intitle:index.of? mp3 “simple plan”
?intitle:index.of? mp3 “simple plan” untitled
?intitle:index.of? mp3 “welcome to my life”
Continue Reading Add comment April 19, 2008