Ada malaikat cilik mendatangi aku

Desember 20, 2007 at 11:53 pm Tinggalkan komentar

Pengalamanku memotret anak-anak sudah lebih dari 20 tahun. Pada suatu kesempatan khusus, yaitu pada hari Thanksgiving (Hari bersyukur) salah satu dari mereka menghadiahkan sesuatu yang istimewa padaku. Ia adalah seorang bayi mungil berumur enam bulan yang bersandar di keretanya.
“Keadaan Emily tidak begitu baik hari ini”, kata ibunya. Bayi itu memang kelihatannyaseperti sedang demam. Kepalanya saban kali jatuh ke samping sementara ia berusaha duduk tegak. Beberapa kali aku mencoba memotretnya tetapi tidak berhasil. Akhirnya aku mendekati muka bayi itu lalu berbicara kepadanya. “Kau kelihatan seperti malaikat cilik,”  kataku.
Tiba-tiba sikap bayi itu berubah, tidak bergerak-gerak lemah. Ia menatapku seakan-akan hendak mengatakan, “Aku tidak apa-apa cuma keadaanku hari ini saja yang tidak enak.” Karena Emily kelihatan seperti malaikat cilik, aku lantas memutuskan untuk memotretnya dengan didandani seperti malaikat.
Di antara perlengkapan di studioku ada sepasang bulu sayap putih mulus, terbuat dari bulu bebek yang halus, lembut dan putih bersih. Di ubun-ubunnya kuletakkan mahkota kecil yang terbuat dari rangkaian bunga. Aku pun mulai sibuk memotret malaikat cilikku itu, yang duduk dengan sikap mendekam di kursi di tengah dekor awan.
Selama itu tidak kuperhatikan bahwa ibunya menangis dengan suara lirih. “Dia memang malaikat. Baru saja kemarin kami mengetahui bahwa ia dilahirkan dengan cacat otak yang sangat jarang terjadi. Hari raya Thanksgiving sekarang ini adalah yang pertama dan terakhir kami bisa bersama-sama,” kata ibu itu sambil terus menangis. “Kemungkinan hidup bayi dengan cacat seperti itu tidak sampai setahun. Sewaktu saya hamil, saya mengikuti segala nasihat dokter. Tidak merokok, mengatur pola makan sesuai dengan yang dianjurkan, tetapi otaknya ternyata tidak berkembang lebih lanjut daripada keadaan ketika dilahirkan. Katanya hanya ada 435 kasus cacat otak seperti ini sepanjang yang diketahui.”
“Anda melihat Emily yang sebenarnya di sini-malaikat cilik-dan kami sangat sayang padanya. Dia adalah malaikat cilik kami yang turun ke bumi untuk memberi tahu kami bahwa Tuhan menghendaki agar kami bersyukur atas apa yang kami punyai. Anda juga melihat hal itu di dalam dirinya. Kadang-kadang, sewaktu kita mengajaknya berbicara, ia lantas menjadi begitu tenang dan damai. Ia pun mengoceh dalam bahasa bayinya. Rasanya kita nyaris bisa menangkap kata-katanya, sesuai kepada kita. Foto-foto ini benar-benar sangat bermakna. Kami tidak tahu, masih berapa lama lagi ia ada bersama kami. Anda telah mengabadikan malaikat cilik kami.”
Leherku terasa seperti tersumbat mendengar penuturan itu. Dengan suara serak karena haru aku berkata, “Terima kasih atas kesempatan berbagi pengalaman ini. Saya bersyukur bahwa malaikat cilik ini muncul mengahampiri saya!”.

Larry Miller

Entry filed under: Chicken Soup. Tags: .

Memproteksi taks manager dengan java script Berkorban untuk teman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pos-pos Terbaru

A soup for Our Soul

My Chat’s


%d blogger menyukai ini: