Berkorban untuk teman

Desember 20, 2007 at 11:57 pm Tinggalkan komentar

Kisah ini diceritakan pada suatu hari Minggu oleh seorang pendeta tua. Kisahnya benar-benar terjadi, ketika pendeta itu melakukan dinas militer.
Pada suatu hari sersan pelatih muncul dan tiba-tiba melemparkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda. Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan. Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu tidak hidup dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka. Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka jangan memberi tahu pada prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi.Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu yang tidak tahu bahwa granat itu tidak akan meledak, buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya. Ia mau berkorban demi rekan-rekannya sesama prajurit.
Tahun itu ia di anugerahi satu-satunya medali atas keberanian dan ketabahan yang diberikan pada waktu perang.

Kim Noone

Entry filed under: Chicken Soup. Tags: .

Ada malaikat cilik mendatangi aku Pamit tepat waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pos-pos Terbaru

A soup for Our Soul

My Chat’s


%d blogger menyukai ini: