Mengenal Bandwith dan Throughput

Desember 22, 2007 at 12:41 am Tinggalkan komentar

Walaupun di kantor Joko Lelono telah memakai leased line untuk koneksi internet, Joko tidak habis
pikir mengapa kadang kala di waktu-waktu tertentu untuk mengakses situs web mail gratisan seperti
mail.yahoo.com saja kecepatannya kalah dibanding jika Joko Lelono memakai dial-up biasa di
rumahnya pada malam hari. Padahal leased-line yang dipakainya memiliki bandwidth 64 kbps, baik
untuk upstream mau pun untuk downstream. Mengapa bisa begitu?
Wajar kalau Joko Lelono bingung dengan kecepatan koneksi internetnya yang tidak sesuai dengan
bandwidth yang dilanggannya. Padahal sesuai dengan iklan penawaran leased-line yang dia lihat,
secara teoritis kecepatannya akan lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan koneksi dial-up
biasa. Tetapi mengapa suatu saat tertentu kecepatan koneksinya kadang lebih lambat dari pada dialup?
Itu karena selain konsep bandwidth, terdapat konsep lain yang mempengaruhi kecepatan aliran
data dalam jaringan, yaitu Throughput.

Bandwidth

Seperti telah kita tahu, bandwidth paling banyak digunakan sebagai ukuran kecepatan aliran data.
Tetapi apakah itu bandwidth sebenarnya? Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi
yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat
dipakaikan untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Sekarang telah
menjadi umum jika kata bandwidth lebih banyak dipakaikan untuk mengukur aliran data digital.

Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps.
Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1.
Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu
tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media.

Bandwidth adalah konsep pengukuran yang sangat penting dalam jaringan, tetapi konsep ini
memiliki kekurangan atau batasan, tidak peduli bagaimana cara Anda mengirimkan informasi mau
pun media apa yang dipakai dalam penghantaran informasi. Hal ini karena adanya hukum fisika mau
pun batasan teknologi. Ini akan menyebabkan batasan terhadap panjang media yang dipakai,
kecepatan maksimal yang dapat dipakai, mau pun perlakuan khusus terhadap media yang dipakai.
Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan maksimum aliran data.

Bandwith

Sedangkan batasan terhadap perlakuan atau cara pengiriman data misalnya adalah dengan
pengiriman secara paralel (synchronous), serial (asynchronous), perlakuan terhadap media yang
spesifik seperti media yang tidak boleh ditekuk (serat optis), pengirim dan penerima harus
berhadapan langsung (line of sight), kompresi data yang dikirim, dll.

Throughput

Ternyata konsep bandwidth tidak cukup untuk menjelaskan kecepatan jaringan dan apa yang terjadi
di jaringan. Untuk itulah konsep Throughput muncul. Throughput adalah bandwidth aktual yang
terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik
ketika sedang mendownload suatu file.
Bagaimana cara mengukur bandwidth? Dan bagaimana hubungannya dengan throughput? Seperti
telah diulas di atas, bandwidth adalah jumlah bit yang dapat dikirimkan dalam satu detik. Berikut
adalah rumus dari bandwidth:
bandwidth = Σbits   / s
     Sedangkan throughput walau pun memiliki satuan dan rumus yang sama dengan bandwidth, tetapi
throughput lebih pada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu waktu
tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk mendownload suatu
file dengan ukuran tertentu. Berikut adalah formula pembanding throughput dengan bandwidth:

waktu _ download _ terbaik = ukuran _ file    /
                                                                               / bandwidth
      
waktu _ download _ typical = ukuran _ file   /
                                                                             / throughput

Dengan hanya mempergunakan bandwidth sebagai patokan, Joko Lelono menganggap seharusnya
file yang akan didownloadnya yang berukuran 64 kb seharusnya bisa didownload dalam waktu
sekedip mata atau satu detik, tetapi setelah diukur ternyata memerlukan waktu 4 detik. Jadi jika
ukuran file yang didownload adalah 64 kb, sedangkan waktu downloadnya adalah 4 detik, maka
bandwidth yang sebenarnya atau bisa kita sebut sebagai throughput adalah 64 kb / 4 detik = 16 kbps.
Sayangnya, throughput karena banyak alasan, kadang sangat jauh dari bandwidth maksimum yang
mungkin dari suatu media. Beberapa faktor yang menentukan bandwidth dan throughput adalah:
• Piranti jaringan
• Tipe data yang ditransfer
• Topologi jaringan
• Banyaknya pengguna jaringan
• Spesifikasi komputer client/user
• Spesifikasi komputer server
• Induksi listrik dan cuaca
• Dan alasan-alasan lain.
Akhirnya setelah memahami konsep throughput selain dari konsep bandwidth dan mengapa hal itu
bisa terjadi, Joko Lelono bisa mulai memahami apa yang terjadi sesungguhnya pada jaringannya.
Dengan memahami konsep-konsep tersebut kita dapat mulai memperhitungkan keperluan kecepatan
koneksi internet kita yang sesungguhnya dan pilihan koneksi yang diperlukan. Bukan hanya karena
termakan iklan yang menebarkan janji bandwidth yang tinggi dengan harga yang murah.

Entry filed under: Teknologi. Tags: .

Dasar konfigurasi router CISCO Meminimalisir serangan virus tanpa antivirus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pos-pos Terbaru

A soup for Our Soul

My Chat’s


%d blogger menyukai ini: